Home / Teks Khutbah / Tebarkan Salam, Raih As-Salam

Tebarkan Salam, Raih As-Salam

Oleh: Ustadz Abu Zur’ah

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى نِعمهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى جَزِيلِ عَطَائِهِ، وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِي مِنَ العَذَابِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الشَّافِعُ المُشَفَّعُ يَوْمَ الْحِسَابِ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللهَ وَرَاقِبُوهُ، وَأَطِيعُوهُ وَلَا تُعْصُوهُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa dan marilah kita menjadi hamba-hambaNya yang bersaudara dengan menebarkan salam.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Allah telah memuliakan kita dengan salam yang mengandung doa kesejahteraan dan keselamatan yang tidak Allah berikan kepada umat terdahulu. Orang Mukmin terbaik adalah yang paling gemar mengucapkan salam. Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keislaman yang terbaik? Jawab beliau:

«تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ»

“Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun tidak engkau kenal.” (HR. Al-Bukhari no. 12 dan Muslim no. 39)

Menyebarkan salam merupakan tanda keimanan seseorang yang menjadikan di antara mereka rasa kasih sayang dan saling mencintai. Itulah keimanan sejati. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ»

“Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, kalian tidak akan masuk Surga hingga beriman dan kalian tidak beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang andai kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Menyebarkan salam merupakan sarana masuk Surga dengan selamat. Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بِسَلَامٍ»

“Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, dan shalatlah saat manusia tidur niscaya kalian masuk Surga dengan selamat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2485 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Salam merupakan salah satu nama Allah yang sempurna. Allah Pemberi keselamatan, kesejahteraan, dan anugrah kepada makhlukNya. Siapa yang suka diberi salam (kesejahteraan dan keselamatan) oleh Rabb as-Salam ini maka hendaklah ia menyebarkan salam. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّ السَّلَامَ اسْمٌ مِنْ أَسْمَاءِ اللَّهِ تعالى وَضَعَهُ اللهُ فِي الْأَرْضِ، فَأَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ»

“Sesungguhnya salam termasuk nama dari nama-nama Allah ta’ala yang diletakkanNya di bumi. Maka tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 989 dalam al-Adab al-Mufrad dan dihasankan Syaikh al-Albani)

Menurut kita, orang bakhil adalah yang tidak mau memberi kita rupiah atau barang, tetapi bakhil sejatinya adalah orang yang bakhil menerbarkan salam. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«أَبْخَلُ النَّاسِ الَّذِي يَبْخَلُ بِالسَّلَامِ وَإِنَّ أَعْجَزَ النَّاسِ مَنْ عَجِزَ بِالدُّعَاءِ»

“Manusia yang paling bakhil adalah yang bakhil (mengucapkan) salam sementara manusia yang paling lemah adalah yang lemah untuk berdoa.” (HR. Al-Bukhari no. 1049 dalam al-Adab al-Mufrad dan dihasankan Syaikh al-Albani)

Menebar salam merupakan sarana mendapatkan ampunan Allah. Diriwayatkan dari Hani bin Yazid bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلُ السَّلاَمِ وَحُسْنُ الْكَلَامِ»

“Sesungguhnya perkara yang mewajibkannya mendapat ampunan adalah mencurahkan salam dan akhlak mulia.” (Shahihul Jami no. 2232 dan dishahihkan Syaikh al-Albani)

Salam termasuk hak muslim dari kita yang wajib kita tunaikan. Memang memulai salam hukumnya tidak wajib tetapi menjawab salam hukumnya wajib dan kita berdosa bila tidak menjawab salam saudara kita. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

«حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلاَمِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيْضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيْتُ الْعَاطِسِ»

Hak Muslim atas Muslim lainnya adalah menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ الَّذِيْ خَلَقَ الْخَلْقَ لِيَعْبُدُوْهُ، وَأَبَانَ آيَاتِهِ لِيَعْرِفُوْهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَإِمَامَنَا وَقُدْوَتَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ:

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kita bangga dianugrahi Allah syariat salam. Salam adalah kebanggaan umat ini. Tidakkah kita patut berbangga karena umat Yahudi iri dengan salam kita? Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersada:

«مَا حَسَدَتْكُمُ الْيَهُودُ عَلَى شَيءٍ مَا حَسَدَتْكُمْ عَلَى السَّلاَمِ وَالتَّأْمِينِ»

“Yahudi tidak iri kepada kalian atas sesuatu melebihi iri mereka kepada kalian atas salam dan amin (saat shalat).” (Shahihul Jami’ no. 5613 dan dishahihkan Syaikh al-Albani)

Demikian khutbah yang bisa disampaikan siang hari ini. Semoga kita semakin gemar menebarkan salam.

«اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

About Admin

Check Also

MASJID DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT

KAJIAN UTAMA Oleh Dr. Slamet Muliono   Berbisnis bukan untuk tujuan memperkaya diri tetapi untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *