Home / Masjid / RISMA, Ajari Pemuda Cintai Masjid

RISMA, Ajari Pemuda Cintai Masjid

Dibentuk pada 10 Desember 1978, alumninya telah banyak menjadi ulama dan tokoh masyarakat

Mendengar nama RISMA, pastinya banyak yang langsung berpikir nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Namun RISMA di sini bukan yang itu.

Melainkan Remaja Islam Masjid Al-Falah (RISMA), Darmo. Remaja Masjid (Remas) yang terbentuk sejak dibangunnya masjid yang bertempat di pusat Kota Surabaya.

Sebagaimana yang pernah dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, di mana memulai dakwah kepada umat dari masjid. Itulah yang diikuti oleh Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya.

Berusaha mengajak pemuda-pemudi Islam untuk turut andil besar dalam menyebarkan dakwah dan memperbaiki masyarakat di mulai dari masjid.

“Segala bentuk kebaikan yang ingin ditularkan dalam masyarakat itu bermula dari masjid. Bersama masjid, segala bentuk upaya yang baik akan lebih mudah dicapai,” ujar Khofia Ladiakara, S.Psi, selaku pembina RISMA.

Pada Ramadhan lalu, RISMA juga baru saja mengadakan Pesantren Kilat (Sanlat). Menurut Fia, panggilan akrabnya, tahun ini merupakan rekor terbanyak anggotanya yang mengikuti pesantren kilat ini. Sekitar 150 orang yang tercatat mendaftar.

Perkembangannya

Remaja Masjid Al Falah terbentuk tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1439 H atau 10 Desember 1978. Bermula dari adanya pengajian rutin setiap ba’da Ashar, Maghrib, dan Shubuh serta pengajian hari Senin-Selasa (pukul 10.00-11.00 WIB) yang diadakan oleh Yayasan Masjid Al Falah. Kala itu, pengajian dihadiri oleh umat Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya .

Di antara jamaah yang hadir banyak pula generasi muda. Banyak dari mereka menghabiskan waktunya setelah pengajian dengan bertukar pikiran di serambi masjid.

Beberapa pengurus yang peduli dengan keadaan ini menyarankan agar dibentuk suatu wadah yang menampung dan menyalurkan potensi dan aspirasi mereka secara baik dan terorganisir.

Maka pada tanggal, bulan, dan tahun sebagaimana telah disebutkan dibentuklah organisasi Remaja Masjid Al-Falah (RMA), pembentukan organisasi sebenarnya juga mengikuti anjuran Badan Komunikasi Masjid Indonesia (BKPMI) Pusat dan Menteri Agama RI dengan instruksinya ke seluruh Indonesia untuk membentuk Pemuda dan Remaja Masjid.

Kehadiran Remaja Masjid Al-Falah ini sangat tepat karena selang empat belas hari berikutnya, diselenggarakan Munas BKPMI di Jakarta yaitu tanggal 24 Muharram 1439 H atau 24 Desember 1978 M. Kemudian RMA terus berkembang.

Sampai hari ini, banyak alumni Remaja Masjid Al-Falah telah menjadi ulama dan tokoh masyarakat dan berperan besar membangun keumatan.

“Dari generasi pertama, ada yang akhirnya mendirikan Yayasan Amil Zakat, YDSF di Surabaya, sebuah lembaha ZIS cukup besar di Indonesia. Juga lahir lembaga-lembaga amal lain.

Sekolah Al-Falah yang berlokasi di samping masjid ini juga didirikan oleh generasi dari remas Al-Falah, “ tutur Khofia Ladiakara.

Sempat mulai menurun, akhirnya pada Desember 2009 pada saat rapat pergantian kepengurusan Remaja Masjid Al Falah (RMA) dicetuskan untuk berganti nama menjadi RISMA (Remaja Islam Masjid Al Falah) tanpa meninggalkan tata aturan dalam berorganisasi serta maksud dan tujuan yang telah ditetapkan dalam AD/ART pada periode sebelumnya.

Hingga saat ini, RISMA memiliki 25 anggota tetap dan 40 anggota lepas. Berbagai macam kegiatan dilakukan. Fia menyebutkan, ada dua macam kegiatan RISMA, baik rutin maupun yang tidak terjadwal (insidental).

Kegiatan yang rutin, lanjutnya, seperti JUBAH (Jumat Berkah). Acara itu dilaksanakan setiap bulan pekan ketiga setelah Shalat Jumat. Kemudian juga dilaksanakan Semaian (Semangat Mengkaji Ilmu Al-Quran), acara yang dilaksanakan guna peningkatan kualiatas rohani para anggota RISMA dengan mengundang berbagai macam narasumber.

Di samping itu, juga acara-acara tak terjadwal. Di antaranya, temu kangen dengan alumnni-alumni RISMA, Silaturahim Tadarling dan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah. Selain itu, sempat sebelumnya mengadakan RISMA The Journey.

“Kami berkunjung ke Pare, tepatnya ke Bengkel Gaul yang didirikan oleh Ustadz Marendra Darwis,” tuturnya Fia.[] FAZ

About Admin

Check Also

Majalah Masajid

Related

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *