Home / Masjid / Remaja Masjid / Remas Al-Akbar: Pernah Dicurigai sebagai ‘Kelompok Radikal’

Remas Al-Akbar: Pernah Dicurigai sebagai ‘Kelompok Radikal’

Kepengurusannya jalan, ikut mengirim bantuan ke Suriah dan Palestina hingga korban kebakaran di Riau.”

Memulai kebaikan belum tentu selalu mudah. Salah satu contohnya adalah Remaja Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, yang merupakan wadah pemuda Islam memulai pergerakannya dalam membela agama.

Niatnya membangun kebaikan justru melahirkan kecurigaan. Yang menyedihkan lagi, kecurigaan itu bukan datang dari orang luar, namun datang dari pihak manajemen Masjid Al-Akbar sendiri dengan tudahan kumpulan golongan ‘Islam Radikal’.

Sulaeman Faruq, Ketua Remaja Masjid (Remas) Al-Akbar Surabaya (MAS) menceritakan, munculnya kecurigaan bersamaan dengan diresmikannya Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS). Kala itu adanya liqoat-liqoat (perkumpulan-perkumpulan) kecil dari pemuda-pemudi Muslim yang biasanya ikut kajian rutin di MAS.

“Saat itu masih underground-lah. Belum seizin manajemen masjid, dan masih bergeriliya di bawah,” kata Faruq.

Berlanjut hingga tahun 2005, akhirnya Remas ini diresmikan dan dibuka perekrutan anggota secara besar-besaran.  Hingga terbentuklah  kepengerusan resmi pertama dari Remas MAS.

“Alhamdulillah sudah memiliki ruangan dan anggaran sendiri. Sekarang pula sudah enam periode kepengerusan,” tambahnya.

Berdirinya Remas Al-Akbar Surabaya, sebagai wadah kepemudaan di Masjid Agung Surabaya ini sekaligus ikut membantu dalam mengurus kegiatan masjid besar ini. Sementara, lanjut Faruq, untuk visi sendiri Remas mengharapkan agar dapat mewujudkan generasi cinta masjid, dan berakhlakul-karimah.

“Juga berintelektual dan mampu memimpin peradaban dunia, “ terang ketua Remas yang akan berakhir masa jabatannya awal tahun nanti.

Sebagaimana Remas pada umumnya, Remas Al-Akbar memiliki kegiatan rutin. Dalam setiap kegiatan tersebut dibawahi oleh 4 bidang atau divisi Remas Al-Akbar. Di antarnya divisi SDM, syiar, humas, dan dakwah.

Semisal untuk divisi SDM rutin melakukan mentoring tiap pekannya, dan juga upgrading tetang Remas dan keorganisasian  2 kali dalam setahun. Ditambah juga ada acara study banding.

Sementara divisi syiar kegiatannya lebih pada eksternal dan untuk umum. Seperti Kegiatan Arek Islam (KAI), yang diadakan tiap bulan pada pekan ketiga. Sifatnya bisa kajian, talkshow atau seminar, tergantung kegiatannya.

“Pada KAI itu biasanya narasumbernya bergantian. Pada Oktober lalu, kami mengundang Ustadz Marzuki Imran. Sebelumnya, ada Ustadz Abdurrahman Thayyib (dosen STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya—red). Temanya sendiri tematik, tergantung apa yang terjadi dalam bulan tersebut,” jelas mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini.

Ditambah juga ada kegiatan bakti sosial, baik di dalam dan luar kota. Ia menerangkan, kalau dalam kota sendiri seperti saat bertepatan Ramadhan biasanya diadakan baksos untuk anak yatim dan panti dhuafa.

“Sedangkan untuk ke luar kota, terakhir kita pergi ke Jember pada 2013,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Remas MAS juga mengirim bantuan donasi untuk korban warga terdampak pada kebakaran Riau. Sebelumnya juga Remas mengirimkan donasinya ke Suriah. Mengingat donasi ini untuk warga yang berada di luar negeri, biasanya Remas bekerja sama dengan organisasi lain. Seperti beberapa kali saat mengirimkan bantuan untuk rakyat Palestina, bekerja sama dengan Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP).

Lalu, diadakan juga kegiatan kewirausahaan. Berhubungan untuk mencari uang dan berdagang. Diharapkan Remas memiliki income sendiri dan anggota terlatih untuk berwirausaha.

“Namun efektif atau tidaknya, kembali kepada setiap individu,” terangnya.

Tidak hanya itu, ada pula kegiatan lainnya. Seperti baksos dan wisata dakwah. Adapun setiap Ramadhan, sering dilakukan pondok Ramadhan. Kemudian Quantum Ramadhan.

“Itu (Quantum Ramahdan) adalah forum remas se-Surabaya Raya,” imbuhnya.

“Kemarin juga kami baru mengadakan agenda ‘Sinergi Dakwah Remas dan Pemuda Muslim’ se-Surabaya Raya. Alhamdulillah, kemarin hadir sekitar 15 organisasi Remas dan pemuda Muslim di Surabaya,” paparnya.[] AFM

About Admin

Check Also

Ketika Hawa Nafsu Menguasai Hati Manusia

Oleh Dr. Slamet Muliono Al-Qur’an di berbagai tempat menyebutkan bahwa hati manusia memiliki kecenderungan untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *