Home / Sifat Shalat Nabi / Ragam Bacaan Istiftah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Ragam Bacaan Istiftah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Apa Itu Istiftah ? Istiftah  (استفتاح) artinya pembukaan dan nama lainnya Iftitah (افتتاح) tetapi yang pertama lebih masyhur secara bahasa. Dinamakan demikian karena doa ini dibaca setelah takbiratul ihram (takbir pertama) seolah-olah ia merupakan pembuka shalat setelah takbiratul ihram. Ia dibaca dengan suara lirih atau pelan.

Apa Hukum Istiftah ? Hukumnya sunnah, artinya seseorang tetap sah shalatnya meskipun tidak membaca doa ini. Membacanya menjadikan shalatnya lebih sempurna dan berkualitas karena mencontoh sifat shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika makmum masbuq (ketinggalan takbiratul ihram) dan imam hendak rukuk, maka yang dibaca adalah al-Fatihah karena ia wajib sementara Istiftah  sunnah. I

Ragam Bacaan Istiftah : Doa Istiftah  memiliki banyak macam atau ragam. Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca yang ini dan terkadang membaca yang itu. Di antara ragam doa ini adalah sebagai berikut:

Pertama, Istiftah  yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar radhiyallahuanhuma:

«اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا»

“Allahu Mahabesar, segala puji yang banyak milik Allah, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang.”

Keutamaan doa itu dituturkan Ibnu ‘Umar sendiri,  “Ketika kami shalat bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, ada seorang lelaki yang berdoa Istiftah  (seperti lafazh di atas) lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Aku heran, dibukakan baginya pintu-pintu langit.’ Aku tidak pernah meninggalkan doa ini sejak beliau berkata demikian.” (HR. Muslim no. 601)

Demikian lafazhnya yang shahih hanya sampai pada lafazh (وَأَصِيلًا).

Kedua, Istiftah  yang biasa dibaca Rasulullah shallallahualaihi wa sallam dalam shalat fardhu, yaitu:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

“Ya Allah jauhkan antaraku dengan dosa-dosaku seperti Engkau jauhkan antara timur dengan barat. Ya Allah bersihkanlah dosa-dosa seperti baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah cucilah dosa-dosaku dengan air, salju, dan es.” (HR. Al-Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598)

Doa ini adalah doa yang paling shahih diantara doa Istiftah  lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (II/183).

Ketiga, lafazhnya adalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

“Segala puji milik Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah.” (HR. Muslim no. 600)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkomentar tentang sahabat yang membacanya, “Aku melihat dua belas malaikat bersegera menuju kepadanya. Mereka saling berlomba untuk mengangkat doa itu (ke langit).”

Keempat, bacaan di mana ‘Umar mengeraskannya saat membacanya, yaitu:

سُبْحَانَكَ اللهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، تَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

“Mahasuci Engkau ya Allah dengan pujian kepadaMu. Mahasuci namaMu, Mahatinggi kemulianMu, dan tiada tuhan yang berhak disembah selainMu.” (HR. Muslim no. 399)

Kelima, lafazhnya:

«اللَّهُ أَكْبَرُ 3x» «ذُو الْمَلَكُوتِ وَالْجَبَرُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَة»

“Allah Mahabesar 3x, Pemilik semua kerajaan, kekuatan, kesombongan, dan keagungan.” (HR. Abu Dawud no. 874 yang dishahihkan Syaikh al-Albani)

Keenam,  lafazhnya:

«وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ»

Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai Muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan kuakui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka patuhi segala perintahMu, dan akan aku tolong agamaMu. Segala kebaikan berada di tanganMu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh denganMu dan kepadaMu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu.” (HR. Muslim no. 771)

Demikian ragam bacaan doa Istiftah. Jika memungkinkan bagi kita untuk membaca variasi doa istiftah ini di shalat-shalat kita. Terkadang memakai lafazh yang ini dan di shalat berikutnya memakai lafazh yang itu. Namun, jika tidak mampu maka tidak mengapa hanya satu lafazh saja karena agama Islam adalah agama yang mudah.  Allahu a’lam.[]

Oleh: Nor Kandir

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *