Home / Masjid / MASJID NAMIRA

MASJID NAMIRA

Edisi 6 Tahun 2 Juli 2017 | Masajid 11

Tak sedikit para musafir yang melalui jalur kota Lamongan menyempatkan diri untuk istirahat di tempat ini, sekaligus untuk melihat langsung kemegahan masjid bak hotel tersebut. Dinding-dinding masjid berupa kaca-kaca sehingga terlihat menawan. Sebagian dalam masjid bisa di lihat dari luar dan bagian luar bisa dilihat dari dalam. Inilah Masjid Namira, masjid kebanggaan masyarakat Lamongan. Terdengar aneh dan tidak lazim. Saat pertama mendengar kata Namira, sebagian orang menganggap lebih mirip nama hotel. Sebenarnya masjid dengan nama Namira atau Namirah sudah dipakai oleh banyak masjid, seperti masjid Namira yang ada di Ujung Bulu–Bulukumba, Balikpapan, Palu, Jakarta, dan Batam.

Lokasi dan Fisik Bangungan

Masjid Namira terletak di Kota Lamongan, tepatnya di jalan raya Lamongan-Mantup, Jotosanur, Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Masjid Namira memiliki luas tanah sebesar 7.500 m2 dan tanah ini tidak bersertifikat wakaf tetapi SHM. Pembangunan masjid milik perorangan, yang sangat jarang terjadi di Indonesia. Dari tanah seluas itu, yang dimanfaatkan untuk bangunan masjid sebesar 671 m2. Masjid ini diresmikan pada tahun 2013 dan mampu menampung 600 jamaah dalam masjid. Jumlah takmir sebanyak 31
orang. Jumlah imam rawatib sebanyak 12 orang dan jumlah khatib tetap sebanyak 24 orang. Lahan parkir yang sangat luas, sebagian dimanfaatkan sebagai tempat jamaah saat ada kegiatan-kegiatan besar seperti kajian akbar. Selain halaman luas, bangunanpun nampak bersih. Di tambah lagi suasana pedesaan yang khas. Karena lokasinya diapit petakan sawah yang menghijau oleh tanaman padi.

Fasilitas

Masjid Namira memiliki sejumlah fasilitas yang bisa dibilang banyak sekali. Di antaranya adalah akses internet, parkir, taman, gudang, tempat penitipan sepatu/sandal, ruang belajar (TPA/madrasah), aula serba guna, perpustakaan, kantor sekretariat, penyejuk udara/ac, sound system dan multimedia, pembangkit listrik/genset, kamar mandi/wc, tempat wudhu, sarana ibadah dan ruang istirahat imam
sekelas hotel bintang 4. Menakjubkannya lagi dari masjid ini adalah kiswah yang didatangkan langsung dari
Arab Saudi. Kiswah benang emas yang berada persis di depan imam, sehingga seolah-olah shalat menghadap Ka’bah. Fasilitas lainnya yang menarik adalah pihak takmir menyediakan minuman dingin gratis bagi para pengunjung, terutama para musafir yang kehausan dan kelelahan dalam perjalanan. Mereka bebas mengambilnya di kulkas yang telah disediakan. Di samping dan di belakang masjid terdapat taman-taman kecil yang dipenuhi berbagai jenis bunga, selain itu letak masjid juga berdekatan dengan area pesawahan, sehingga menambah kesejukan disiang hari.

Imam Palestina

Di bulan Ramadhan, Masjid Namira mendatangkan imam langsung dari Timur Tengah, tepatnya Mesir dan Makkah. Pada tahun 2016 silam, masjid ini sengaja mendatangkan imam dari Mesir untuk menjadi imam di 20 hari pertama bulan Ramadhan. Ahli qiraah ini bernama Syaikh Asron Jabir. Di 10 malam terakhir yang menjadi imam adalah Syaikh Utsman Shalih Ali, ahli qira’ah dari Makkah, Arab Saudi. “Imam tersebut dari Mesir dan Makkah, Arab Saudi,’’ kata Nanang, salah satu takmir masjid Namira. Nanang menjelaskan, didatangkannya imam dari Makkah dan Mesir tersebut untuk menciptakan kekhusyukan shalat selama bulan suci Ramadan di Masjid Namira. Ramadahan tahun 2017 ini, bekerja sama dengan relawan Sahabat Al Aqsha, Masjid Namirah menghadirkan, imam keturunan Palestina, Syeikh Abu Jalil.

Kegiatan Namira

Di antara kegiatan dan aktifitas masjid adalah pemberdayaan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf, menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, madrasah, pusat kegiatan belajar masyarakat),
menyelenggarakan pengajian rutin, menyelenggarakan dakwah Islam/tabligh akbar, menyelenggarakan tarawih, itikaf dan 10 hari terakhir Ramadhan, menyelenggarakan shalat Jumat, menyelenggarakan ibadah shalat fardhu, dan lain-lain.

Pengajian Namira

Masjid Namira dikenal sebagai masjid yang aktif mengadakan kajian-kajian Islam. Hal ini menjadikan semangat beragama masyarakat semakian baik. Kajian yang diadakan adalah kajian yang membahas Al-Qur’an dan Sunnah, bukan pengajian canda yang sekarang lagi marak di televisi. Di antara yang mengisi ceramah adalah Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA; Ustadz Dr. Riza Basalamah, MA; Ustadz Badrusalam, Lc; dan juga Syaikh Walid bin Saifun Nashr dan beberapa penceramah Nasional lainnya.
Sekarang, Masjid Namirah tak hanya menjadi kebanggaan warga Lamongan, tetapi juga kebanggaan warga Jawa Timur. []

About Admin

Check Also

Perjuangan Mempertahankan Masjid Tertua Kanada

Hampir setiap masjid yang dibangun pada sebuah negara memiliki nilai budaya dan sejarah yang dibawa. …

2 comments

  1. Maaf, daya tampung masjid baru 2.500 jamaah, bukan 600. Satu shaf saja sekitar 100 orang kali 25 shaf sekitar 2.500

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *