Home / Kajian Utama / MASJID DAN SOLUSI PERPECAHAN UMAT

MASJID DAN SOLUSI PERPECAHAN UMAT

Kajian Utama

Oleh

Dr. Slamet Muliono, M.SI

 

Bersama-sama memakmurkan masjid, bisa menjadi salah satu menautkan hati umat Islam yang terpecah.

Perpecahan umat bukan hanya fenomena baru yang harus dihindarkan, tetapi sebuah fenomena yang sejak lama diminta oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk disingkirkan. Bahkan Nabi pernah berdoa secara khusus meminta kepada Allah agar umatnya dibebaskan dari perpecahan sehingga terwujud persatuan umat Islam. Namun Allah justru berkehendak lain dan tidak mengabulkan doa Nabi. Hal ini menunjukkan bahwa persatuan umat merupakan sesuatu yang berat dan harus diperjuangkan, sementara perpecahan umat merupakan perkara yang mudah muncul dan tumbuh dengan cepat.

Nabi Muhammad juga pernah menyatakan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam Neraka kecuali satu golongan, yakni mereka yang berada di atas jalan yang dilalui oleh para Sahabat. Banyaknya golongan itu menunjukkan tanda perpecahan yang melanda umat Islam, dan masing-masing golongan taat dan bangga terhadap golongannya. Lebih-lebih membanggakan diri terhadap kelompoknya bukan hanya semakin menambah perpecahan tetapi justru akan mempertajam perbedaan dan memperuncing persoalan. 

Perpecahan dan Upaya Kaum Kafir

Perpecahan umat Islam dengan berbagai golongan, juga tidak lepas dari upaya orang kafir untuk mengacak-acak barisan kaum Muslimin. Al-Qur’an menggambarkan bahwa orang kafir menginfakkan seluruh harta dan kekayaannya guna menghalangi umat Islam untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَموَٰلَهُم لِيَصُدُّواْ

عَن سَبِيلِ ٱللَّه فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيهِم حَسرَة

ثُمَّ يُغلَبُونَ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحشَرُونَ ٣٦

 “Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS. Al-Anfal [8]: 36).

Terwujudnya persatuan dan terhindarnya perpecahan umat merupakan anjuran agama, sementara orang kafir selalu menghalangi umat Islam untuk mewujudkan cita-cita mulia itu. Salah satu di antara upaya orang kafir dalam menghalangi cita-cita mulia itu adalah dengan merusak mental umat Islam dengan harta.

Kecintaan terhadap harta, sebagaimana kecenderungan manusia pada umumnya, juga melanda umat Islam. Celah inilah yang dimanfaatkan orang kafir untuk membelah dan memecah umat Islam yang mudah untuk tergiur terhadap harta. Dengan cobaan harta itulah umat Islam bisa tergelincir. Nabi saja diingatkan Allah akan godaan terhadap perhiasaan dunia (harta) yang bisa merusak konsentrasi akheratnya. Sebagaimana firman-Nya :

وَٱصبِر نَفسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدعُونَ رَبَّهُم

بِٱلغَدَوٰةِ وَٱلعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجهَهُ وَلَ تَعدُ عَينَاكَ

عَنهُم تُرِيدُ زِينَةَ ٱلحَيَوٰةِ ٱلدُّنيَا وَلَ تُطِع مَن أَغفَلنَا

قَلبَهُ عَن ذِكرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ

أَمرُهُ فُرُطا

 “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi [18]: 28). 

Masjid dan Janji Allah Untuk Mempersatukan Umat Islam

Mempersatukan manusia bukan dengan harta, kekayaan atau kekuasaan, tetapi bersatunya hati manusia. Allah berjanji akan mempersatukan hati manusia, tentu dengan cara mengikuti tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya :

وَأَلَّفَ بَينَ قُلُوبِهِم لَو أَنفَقتَ مَا فِي

ٱلأَرضِ جَمِيعا مَّآ أَلَّفتَ بَينَ قُلُوبِهِم وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ

أَلَّفَ بَينَهُم إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيم ٦٣

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfal : 63)”.

Salah satu di antara sarana untuk mempersatukan hati manusia adalah dengan memakmurkan masjid. Menegakkan shalat berjamaah merupakan pilar utama untuk memakmurkan masjid. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an :

إِنَّمَا يَعمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَن ءَامَنَ بِٱللَّهِ

وَٱليَومِ ٱلأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَم يَخشَ

إِلَّ ٱللَّهَ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلمُهتَدِينَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)”.

Dengan mendatangi masjid secara berjamaan lima kali dalam sehari, berpeluang besar untuk saling berbagi dan mengetahui kondisi dan keadaan masyarakat sekitar masjid, sehingga bisa menyelesaikan persoalan umat Islam. Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk menyelesaikan problem umat Islam yang semakin kompleks. Dengan memaksimalkan ibadah Ramadhan, maka semakin mempercepat penyelesaian persoalan pendidikan, ekonomi dan agama. Spirit untuk memakmurkan Ramadhan bukan hanya akan memperteguh keimanan dengan amalanamalan ibadah shalat dan membaca Al-Qur’an tetapi juga akan mempertinggi kepekaan sosial dengan amalan-amalan sedekah dan zakat.[]

 

About Admin

Check Also

Perjuangan Mempertahankan Masjid Tertua Kanada

Hampir setiap masjid yang dibangun pada sebuah negara memiliki nilai budaya dan sejarah yang dibawa. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *