Home / Uncategorized / MASJID DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT

MASJID DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT

KAJIAN UTAMA

Oleh

Dr. Slamet Muliono

 

Berbisnis bukan untuk tujuan memperkaya diri tetapi untuk peduli dan berbagi kepada orang lain.

 

Perintah Berbisnis dan Dakwah Islam

 

Islam mengajak dan mengajarkan kepada umatnya untuk berbisnis. Berbisnis bukan untuk tujuan memperkaya diri tetapi untuk peduli dan berbagi kepada orang lain. Salah satu buah keberhasilan bisnis bisa diarahkan untuk mendorong munculnya jiwa bisnis guna pemberdayaan masyarakat sekitar masjid. Hal ini tidak lepas dari sejarah bisnis yang pernah dilakukan nabi. Spirit bisnis telah dijalani Nabi sebelum menyebarkan Islam di tengah masyarakat Arab. Tidak bisa dipungkiri bahwa darah bisnis telah mengalir dalam diri Nabi Muhammad sejak dini. Darah bisnis Nabi bisa dilihat dari perjalanan yang pernah dilakukan beliau ketika usia 10 tahun saat diajak pamannya, Abu Thalib ketika melakukan perjalanan bisnis ke negeri Syam.

Bisnis nabi semakin mencuat ketika nabi menjalin hubungan dagang dengan Khadijah. Keteladanan sikap dan sifat kejujuran nabi dalammengelola bisnis benar-benar mempesona Khadijah. Kesuksesan dan keberhasilan bisnis nabi, berhasil meluluhkan hati Khadijah dan berujung tersambungnya ikatan suami isteri. Dari gambaran di atas bahwa perjalanan bisnis nabi benar-benar berhasil. Namun kesuksesan bisnis nabi, yang disepakati Khadijah, dipergunakan untuk kepentingan dakwah. Sejarah mencatat bahwa masa berbisnis nabi, yang dilakukan sejak kecil, melebihi masa dakwahnya. Dengan bisnis, nabi bisa bergerak leluasa untuk menyampaikan pesan dakwah kepada orang lain, serta bisa leluasa bergerak memasuki berbagai lapisan masyarakat. Dengan kata lain, kekayaan yang tumbuh dan membesar, melalui bisnis, merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan kemandirian, sehingga memudahkan tersebarnya dakwah Islam.

 

Masjid dan Pengembangan Sarana Bisnis

 

Bisnis atau jual beli di sekitar masmemang terjadi, baik zaman nabi maupun era sekarang. Di era nabi, jual beli di sekitar masjid juga terjadi. Bahkan Al-Qur’an menggambarkan bagaimana aktivitas jual beli itu begitu lekat hingga tergambar secara deskriptif dan berurutan sebagaimana paparan Al-Qur’an sebagai :

 

يأَيها ٱلَّذ يِن ء اَمنُواْ إِذَا نُود يِ لِلصلَوٰة من يومِ ٱلجمعة فَٱسعواْ إِلَىٰ ذ كِرِ ٱللَِّ و ذََر وُاْ ٱلبيعَ

ذَٰلِكُم خَير لَّكُم إِن كُنتُم تَعلَمون 9َ فَإِذَا قُضيت ٱلصلَّوٰةُ فَٱنتَشر وُاْ في ٱلأَرضِ و ٱَبتَغُواْ من فَضلِ ٱللَِّ و ٱَذ كُر وُاْ ٱللََّ كَثيرا

لَّعلَّكُم تُفلحون ١٠

 

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”, (QS. Al-Jumu’ah : 9-10).

 

Fenomena bisnis atau jual beli benar-benar merupakan sebuah realitas yang dilakukan masyarakat Islam, dan hal itu terjadi hingga mendekati atau mepet dengan waktu shalat. Bisnis bisa dikatakan sebagai cara untuk mencari keberkahan hidup, dan berujung untuk memperoleh karunia Allah. Bisnis itu akan semakin besar nilai keberkahannya dikaitkan penghambaan yang besar kepada Allah tanpa melalaikan ibadah kepadanya. Oleh karena itu, masjid merupakan tempat yang strategis karena tidak melalaikan seseorang dari ibadahketika sibuk berbisnis. Masjid saat ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga berkembang dan berfungsi sebagai tempat untuk pemberdayaan dan pengembangan program untuk kepentingan masjid. Tidak sedikit bahwa dengan program itu bisa menghasilkan profit (keuntungan) yang nantinya akan dipergunakan untk kepentingan masjid. Pengembangan program yang menghasilkan profit dengan cara memanfaatkan sarana-sarana yang dimiliki masjid.

 

Bisnis Untuk Kepentingan Masjid

 

Adanya ruang atau lahan yang dimiliki masjid dipergunakan untuk melayani kepentingan jamaah masjid, seperti ruang kelas dipergunakan untuk kursus kursus baca tulis Al-Qur’an, area yang berada di dalam area masjid bisa dimanfaatkan untuk menjual barang sesuai dengan kebutuhan jamaah. Bahkan tanah yang luas bisa dimanfaatkan untuk lahan parkir. Pemanfaatan ruang atau lahan kosong bisa menghasilkan peluang bisnis yang nantinya akan bermanfaat bagi ramai dan makmurnya masjid. Dengan ramai dan makmurnya masjid menunjukkan hidupnya aktivitas masjid. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya aktivitas masjid beserta karakteristiknya. Sebagian masjid yang berada di perumahan yang strategis bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jamaah, baik kebutuhan berbasis agama, sosial, atau ekonomi.

Penyediaan saranayang dibutuhkan masyarakat, seperti kursus Al-Qur’an, keranda atau mobil jenazah, atau ruang-ruang untuk usaha ekonomi merupakan contoh pemanfaatan sarana yang dimiliki masjid. Bahkan masjid-masjid di tempat yang strategis, baik di tengah atau pinggiran kota, bisa menyediakan sarana-sarana yang membantu jamaah masjid dengan aktivitas yang beragam. Penyediaan toilet atau kamar mandi yang banyak, bersih, terawat dan air yang cukup tentu akan membantu jamaah yang akan mendorong masyarakat untuk mampir ke masjid. Mereka bisa memanfaatkan saranasarana itu, baik untuk mandi, buang hajat, atau bersih-bersih diri. Dengan adanya sarana yang memadai dan memuaskan penggunanya, maka mereka dengan ikhlas akan mengeluarkan uang. Bahkan mereka akan mengeluarkan uang secara lebih. Mereka mengeluarkan uang dalam jumlah yang lebih untuk dua kepentingan sekaligus.

Pertama, karena merasa puas atas terpenuhinya kebutuhan yang mereka rasakan. Tempat yang nyaman dan bersih memuaskan dirinya sehingga mau bayar secara sukarela. Kedua, karena ingin bersedekah untuk kepentingan masjid. Membayar lebih tentu berharap pahala yang besar karena uang yang dibayarkan adalah untuk kepentingan masjid. Banyak masjid yang menyediakan saranadan prasarana yang memuaskan jamaah masjid dengan adanya sarana yang memudahkan transaksi guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi seorang muslim, maka dia akan senang membeli kebutuhan hidupnya di toko sekitar masjid. Karena dia yakin bahwa berbisnis untuk kepentingan masjid akan memberi dua efek positif. Pertama, akan memberi pekerjaan dan keuntungan bagi sesama muslim. Kedua, keuntungan pengelolaan akan dimanfaatkan untuk kepentingan masjid. [FZ]

 

About Admin

Check Also

Kehadiran Masjid Tharfah Mendongkrak Program Sekolah

Sebuah Masjid berukuran 14 x 13 meter berdiri kokoh di atas tanah seluas 2.123 M2. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *