Home / Istana di Surga / Lereng Merapi Menunggu Hadirnya Masjid

Lereng Merapi Menunggu Hadirnya Masjid

Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten Jawa Tengah terletak di ketinggian lk.1500 m DPL, berada tepat di Lereng Tenggara Gunung Merapi Jawa Tengah, jarak terjauh dari Puncak Merapi lk. 6 KM.

Jumlah penduduk yang tinggal di tempat ini sekitar 170 KK dengan memiliki beragam keyakinan keagamaan. Namun secara umum mereka dikenal sinkretis.

Sejarah perkembangan Islam di lereng Merapi ini, dahulunya dikenal dengan cerita sejarah Merapi Merbabu Complek (MMC) yang merupakan basis-basis gerakan G-30 S PKI (Partai Komunis Indonesia) yang berpusat di Srumbung Magelang. Lalu berkembang ke sisi selatan timur pegunungan Merapi.

Dalam kondisi seperti itulah, di daerah yang merupakan wilayah pembinaan BMT YAQOWIYU —salah satu amal usaha milik Persyarikatan Muhammadiyah Cabang Jatinom Klaten— sangat membutuhkan keberadaan masjid.

Kerjasama antar pihak untuk membangun keyakinan bertauhid di banyak wilayah atau daerah lereng Merapi, termasuk keterlibatan Persyarikatan Muhammadiyah dan Yayasan Bina’ Muwahiddin, yang secara syar’i memiliki kesamaan visi sangat diharapkan.

Shalat Lima Waktu

Umumnya warga lereng gunug Merapi memiliki kegiatan perekonomian masyarakat berbasis pertanian dan peternakan tradisional.

Pertanian yang berkembang adalah pertanian bawah-tegakan dengan tegal dan tanaman-keras yang biasa dikenal dengan Multi Purpose Trees Sampling (MPTS) atau tanaman keras kayu-kayuan yang diambil buah dan daunnya yang terdiri dari berbagai macam pohon (durian, manggis, rambutan, dan duku).

Di samping untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan ibadah shalat, lokasi ini berada di jalur lalu lintas material, tidak kurang dari 1000 unit kendaraan (truk) yang melintas di jalan ini dalam waktu 24 jam, sehingga sangat strategis untuk menjadi tempat beristirahat dan shalat bagi para awak kendaran (sopir dan kernet).

Sebagaimana daerah lain di Lereng Merapi Selatan, Timur dan Utara, daerah ini adalah daerah yang sulit air, diperlukan energi yang cukup besar, tetapi jika dibangun sebuah atau beberapa buah sumur dalam, maka akan menjadi entry point bagi berkembangnya Islam yang sebenar-benarnya, tentu saja dengan pembinaan-pembinaan oleh Persyarikatan Muhammadiyah dan Yayasan Bina’ Muwahiddin atau yayasan lain yang sejenis.

Dengan adanya masjid, masyarakat berkesempatan untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu, serta terjadi transformasi ajaran dan nilai-nilai agama dalam masyarakat. Mudah-mudahan partisipasi para donatur bisa segera mewujudkan impian masyarakat untuk mewujudkan adanya masjid di desa ini.[]

 

Oleh: Dr. Slamet Muliono

About Admin

One comment

  1. Subhanallah.. mari kita bersama membangun masjid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *