Home / Kajian Utama / JIKA BERSELISIH, KEMBALIKAN PADA AL-QURAN DAN HADITS

JIKA BERSELISIH, KEMBALIKAN PADA AL-QURAN DAN HADITS

Oleh Baidhowi Abu Syauqiyyah

Akidah yang benar dan lurus akan menyatukan umat dan akan menghilangkan rasa saling benci.

Perpecahan umat adalah sesuatu yang pasti terjadi, tidak bisa dielakkan. Tetapi, kewajiban setiap Muslim adalah menyatukan apa yang terpecah itu, karena ini adalah perintah Allah, sehingga akan jelas nantinya siapa yang menyukai persatuan dan siapa yang mencintai perpecahan. Persatuan di sini maksudnya adalah bersatu di atas kalimat Tauhid dan ajaran murni Nabi Muhammad Shalalallhu ‘Alaihi Wassallam, sementara perpecahan di sini adalah mengikuti bukan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan memberontak kepada penguasa Muslim. Masjid sangat berperan besar dalam menyatukan umat. Sebab, solusi-solusi yang ditawarkan ahli ilmu, semuanya bisa dilaksanakan dengan baik jika melibatkan masjid. Di antara solusi tersebut adalah:

Memperbaiki Akidah Umat

Yang dimaksud memperbaiki akidah adalah membersihkan akidah umat dari kesyirikan. Praktek nyatanya adalah mengadakan taklim di masjid-masjid. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

 “Sesungguhnya agama ini adalah agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 52)

Akidah yang benar akan menyatukan umat dan akan menghilangkan rasa saling benci. Berbeda halnya jika umat itu berbeda-beda pemahaman dalam akidah atau beraneka ragam sesembahan.  Allah Ta’ala berfirman,

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

“Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?” (QS. Yusuf [12]: 39)

Orang Arab di masa Jahiliyah dahulu berpecah belah dan mereka menjadi kaum lemah di muka bumi. Ketika Islam datang dan menerimanya, akidah mereka menjadi benar, lalu menyatulah mereka di atas satu daulah. Ini sebagaimana firman Allah:

فَأَرَادَ أَنْ يَسْتَفِزَّهُمْ مِنَ الْأَرْضِ فَأَغْرَقْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ جَمِيعًا

 “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepijurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran [3]: 103) 

Jika Berselisih

Jika ada perselisihan maka mengembalikan dan menyelesaikan segala perselisihan tersebut kepada Al-Qur’an dan AsSunnah. Maknanya, setiap kelompok atau organisasi yang sedang berselisih maka keputusan final adalah menerima apa yang difirmankan Allah dan disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, meskipun menyelisihi ajaran kelompoknya. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

 “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 59)

Dari mana seseorang tahu firman Allah dan sabda Rasul-Nya? Jawabannya adalah kembali ke masjid untuk mengkajinya bersama para syaikh, ustadz, dan orangorang alim yang terpercaya keilmuannya.

Taat Ulil Amri

Ulil amri adalah penguasa kaum Muslimin baik shalih ataupun jahat, selagi tetap Muslim dan mengerjakan shalat. Wajib mendengar dan taat pada ulil amri kaum Muslimin. Oleh karenanya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

 “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa pada Allah, dengarlah dan taatlah (pada ulil amri kalian) walau ia seorang budak dari negeri Habasyah. Karena siapa saja di antara kalian yang hidup sesudahku akan melihat perselisihan yang banyak.” (HR. Abu Dawud no. 4607).

Sebaliknya, membangkang pada ulil amri, itulah sebab perpecahan. Di antara ciri ulil amri yang baik adalah ia memimpin langsung shalat berjamaah di masjid jami dan khutbah sehingga umat bersatu dalam kewibawaan kepemimpinannya.

Melakukan Ishlah

Ishlah artinya perdamaian. Melakukan ishlah maksudnya memperbaiki hubungan antar sesama ketika terjadi perpecahan, ini juga di antara jalan menyatunya umat. Allah Ta’ala berfirman,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anfal [8]: 1)

Ishlah juga melibatkan masjid, karena di antara fungsi besar shalat berjamaah adalah menyatukan hati kaum Muslimin.

Memerangi Pengikut Khawarij

Khawarij adalah sebuah kelompok sesat yang suka mengkafirkan dan memberontak penguasa kaum Muslimin. Memerangi mereka merupakan jalan menyatukan umat, yaitu memusnahkan kelompok yang biasa menimbulkan perpecahan dari kalangan pemberontak dan khawarij. Kelompok-kelompok ini sebenarnya ingin kaum Muslimin terpecah belah. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”, (QS: Al-Hujarat (49):9).

Oleh karena itu, Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib pernah memberantas para pemberontak dan khawarij. Inilah yang menjadi keutamaan dan keunggulan ‘Ali Radhiyallahu ‘Anhu. Di antara tanda khawarij adalah ia menjauh dari masjid kaum Muslimin, sehingga ia semakin menjauh dan memusuhi umat Islam. Nampaklah bagi kita bahwa menjauh dari masjid bisa menimbulkan perpecahan. Untuk itu perlu kita giatkan diri kita, anak kita, dan masyarakat untuk merapat ke masjid, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Kesimpulannya, perpecahan adalah perkara yang pasti terjadi, tetapi agama memerintahkan untuk bersatu dengan hikmah besar yang sebagian diketahui manusia dan sebagian hanya diketahui Allah. Di antara cara menyatukan umat adalah memperbaiki akidah umat, mendekatkan umat kepada Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman Sahabat terutama saat terjadi perselisihan dan tidak terlepas dari masjid. Allahu a’lam.[]

About Admin

Check Also

MENGHINDARKAN FITNAH DENGAN MENGIKUTI PETUNJUK

Oleh Dr. Slamet Muliono   Penggunaan akal yang proporsional dengan mau mendengarkan petunjuk merupakan jalan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *