Perintah Berbisnis dan Dakwah Islam

05/03/2018 10:18am  

 

Islam mengajak dan mengajarkan kepada umatnya untuk berbisnis. Berbisnis bukan untuk tujuan memperkaya diri tetapi untuk peduli dan berbagi kepada orang lain. Salah satu buah keberhasilan bisnis bisa diarahkan untuk mendorong munculnya jiwa bisnis guna pemberdayaan masyarakat sekitar masjid. Hal ini tidak lepas dari sejarah bisnis yang pernah dilakukan nabi. Spirit bisnis telah dijalani Nabi sebelum menyebarkan Islam di tengah masyarakat Arab. Tidak bisa dipungkiri bahwa darah bisnis telah mengalir dalam diri Nabi Muhammad sejak dini.

Darah bisnis Nabi bisa dilihat dari perjalanan yang pernah dilakukan beliau ketika usia 10 tahun saat diajak pamannya, Abu Thalib ketika melakukan perjalanan bisnis ke negeri Syam. Bisnis nabi semakin mencuat ketika nabi menjalin hubungan dagang dengan Khadijah. Keteladanan sikap dan sifat kejujuran nabi dalam mengelola bisnis benar-benar mempesona Khadijah. Kesuksesan dan keberhasilan bisnis nabi, berhasil meluluhkan hati Khadijah dan berujung tersambungnya ikatan suami isteri.

Dari gambaran di atas bahwa perjalanan bisnis nabi benar-benar berhasil. Namun kesuksesan bisnis nabi, yang disepakati Khadijah, dipergunakan untuk kepentingan dakwah. Sejarah mencatat bahwa masa berbisnis nabi, yang dilakukan sejak kecil, melebihi masa dakwahnya. Dengan bisnis, nabi bisa bergerak leluasa untuk menyampaikan pesan dakwah kepada orang lain, serta bisa leluasa bergerak memasuki berbagai lapisan masyarakat. Dengan kata lain, kekayaan yang tumbuh dan membesar, melalui bisnis, merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan kemandirian, sehingga memudahkan tersebarnya dakwah Islam.

Bagaimana kita bisa mengembangkan ekonomi umat dari masjid? Bagaimana kita bisa berbisnis untuk masjid? Baca selengkapnya dengan mendownload majalah kami.

juli 2017

Download