Kisah Pemilik Dua Kebun Anggur

05/03/2018 11:24am  

 Bersahabat dengan orang kafir hanya mendatangkan musibah, sehingga Allah melarang menjadikan orang kafir sebagai teman karib

Kisah ini merupakan kisah agung yang benar adanya, karena yang memberitakannya adalah Allah Subhanahu Wata’ala. Al-Qur’an menyebutkan kisah ini secara global dan memberikan penekanan pada hal-hal yang perlu dijadikan ibrah. AlQur’an tidak menyinggung nama pelaku, tempat terjadinya peristiwa, dan kapan kisah ini terjadi, karena semuanya bukan fokus utama.

Alkisah, tersebutlah dua orang bersaudara. Yang satu Mukmin dan yang lainnya kafir. Perbedaan di antara keduanya terletak pada ekonomi keduanya. Si Mukmin diuji Allah dengan kemiskinan tetapi dengan keimanannya, Allah jadikan ia sebagai hambaNya yang bersabar. Adapun si kafir, maka Allah memberikannya harta dunia yang banyak berupa dua kebung anggur yang dikelilingi pohon kurma dan sebuah ladang di antara keduanya. Di samping itu, Allah juga memberikannya anak yang banyak dan orang-orang yang menjadi pekerjanya yang menjadi pengikutnya.

AlQur’an menceritakan: “Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu.” (QS. Al-Kahfi [18]: 32-33).

Kebun ini menghasilkan buah yang banyak sehingga menjadikannya sombong. Dia meyakini bahwa semua kesuksesannya itu berasal dari kepintarannya dalam mengatur irigasi, pemilihan bibit unggul, dan kecerdasannya dalam menejemen, serta kerajinan dan keulatannya dalam bekerja. Melihat hasil pencapaian dunianya yang berada di atas awan tersebut, ia pun merendahkan si Mukmin dengan membanggakan dirinya yang sukses, banyak harta dan anak. 

Bagaimana kisah selengkapnya? Baca dimajalah kami!

juli 2017

Download