Home / Inspirasi / Belajar dari Maariya dan Orang Tuanya

Belajar dari Maariya dan Orang Tuanya

Oleh

Azhar Basyr

Beberapa saat sebelum saya memutuskan untuk menulis sedikit cuplikan cerita ini, saya tidak sengaja atau saya punya keyakinan bahwa Allah secara sengaja telah menuntun saya berselancar di internet dan menukil sedikit kisah inspiratif dari berbagai penjuru dunia.

Saya mengamati beberapa cerita menarik hingga saya terpaksa menahan air mata agar tidak terkesan saya cengeng. Dalam cerita berikut saya pilih yang paling ringan untuk dibaca agar para pembaca tidak kabur oleh cerita yang berat dan sulit dipahami. Berikut kisahnya.

Gadis Kecil Penghafal Al Qur’an dari London

Ia bernama Maariya. Berasal dari Luton, salah satu kota terbesar di Inggris. Pertama kali melihat fotonya, saya pikir gadis kecil ini berasal dari Timur Tengah. Kulitnya yang putih, alis tebal,dan matanya yang tajam membuat saya menyimpulkan demikian.

Tahun ini, Maariya menginjak usia 8 tahun. Usia yang sangat muda bagi seorang penghafal Al-Qur’an. Entah kenapa muncul dalam benak saya atau bahkan anda sebagai pembaca, kira-kira saat seusia Maariya, apakah yang saat itu sedang kita lakukan? Jawaban saya,mungkin, baru mulai belajar shalat. Tentu dengan sekali membaca Al-Qur’an yang masih sering keliru pelafalannya.

Maariya mulai menghafal Al-Qur’an saat usianya baru 5 tahun! Keinginannya membaca Al-Qur’an diawali ketika dating dalam acara amal untuk mengumpulkan uang bagi Suriah, Ia mendengar surat Yaasin dibacakan. Sekembalinya kerumah, ia berusaha melafalkan surat Yaasin hingga orang tuanya kaget karena hanya dalam beberapa hari, Maariya mampu menghafalkannya dengan cukup baik.

Membaca kesempatan itu, orang tuanya kemudian bergerak cepat dengan mencarikan sekolahpenghafal Al Qur’an. Namun, London bukan Indonesia atauTimur Tengah. Mencari sekolah penghafal Al Qur’an di London seperti mencari jarum dalam jerami. Kemudian, Ibunya memutuskan untuk mengajari Maariya secara personal.

Ibunya mengatur jadwal yang sangat ketat. Maariya harus belajar kurang lebih 5 jam dalam sehari yang terbagi dalam tiga tahapan, yaitu 2 jam belajar di sekolah yang memberinya ilmu pengetahuan baru, 2 jam membaca dan menghafal beberapa ayat dalam Al Qur’an, dan sisanya untuk murojaah atau mereview hafalannya.

"Saya merasa sangat emosional. Di satu sisi saya harus istiqomah mengatur jadwal bagi anak saya yang masih berumur 5 tahun ini dengan ketat, di sisi lain saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika melihatnya tersenyum bahagia setelah berhasil menghafal ayat demi ayat. Semoga Allah member saya kesabaran.” Ucapibunya.

Untuk memotivasi Maariya, ibunya mengatakan kepadanya bahwa Ia bebas memilih hadiah apapun setiap kali Ia menyelesaikan hafalan sebagian dari Al Qur’an. Ia sering memilih hadiah yang sederhana seperti mainan anak-anak perempuan padau mumnya, buku mewarnai, dan sesekali makan di restoran.

Usaha mereka terbayar. Dalam kurun waktu dua tahun saat usianya tepat 7 tahun, Maariya selesai menghafal seluruh Al-Qur'an. Tentu dua tahun bukan waktu yang singkat dalammenghafal Al Qur’an. Tetapi untuk anak berusia 5 tahunan, dengan hidup di negara yang mayoritas non muslim tentu hal itu sangat membanggakan.

Kepasrahan Orang Tuanya

Maariya hidup jauh dari negara yang mayoritas Muslim. Mengutip www.cnnindonesia.com(01/02/2016), data dari ONS (semacam badan pusat statistik di Inggris) mencatat bahw amuslim di Inggris baru 5,4 % dari total populasinya. Artinya, di Inggris baru 3,1juta pemeluk agama Islam dari total populasi yang mencapai 53,1 juta penduduk.

Apakah hal ini membuat Maariya kesulitan? Tentu. Tetapi Maariya dan Ibunya tidak menyerah. Salah satu pelajaran berharga adalah kepasrahan sang ibu kepada Allah Ta’ala yang membuat 2 tahun perjuangan mereka benar-benar terwujud.

“Saya pasrah sepenuhnya kepada Allah. Banyak kegagalan mendidik anak untuk menghafal Al Qur’an karena orang tuanya sombong, merasa bahwa mendoakan saja sudahcukup. Tidak, saya piker doa tanpa Ikhtiar tidak akan dikabulkan oleh Allah.” Kata ibunya.

Maariya memang anak yang istimewa. Usianya sangat muda. Bahkan terlalu muda untuk dibayangkan bahwa anak seumur itu sudah dapat menghafal seluruh ayat dalam Al Qur’an. Kira-kira, bagaimana bisa mendapatkan titipan dari Allah yang sedemikian hebatnya?

“Saya dan suami,” kata ibunda Maariya, “sebelum dikaruniai Maariya selalu berharap mendapatkan anak yang sholeh atau sholehah. Kami menunggu cukup lama untuk memiliki anak. Tetapi kami selalu kembali dari keputusasaan dan saling menguatkan. Doa kami kepada Allah pasrah dan sederhana. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami anak yang sholeh atau sholehah dan kelak akan kami ajarkan kepadanya agamaMu dan Al-Qur’an.”

Demikianlah. Setiap dari kita menginginkan penerus yang sholeh dan sholehah. Mungkin kita belum mendapatkannya sebab doa saja tanpa ikhtiar belum cukup. Ingin mendapat hasil yang baik maka kita perbaiki diri kita dahulu.Wallahua’lam.

____

Di terjemahkan dan dinukil dari http://ilmfeed.com. Artikel asli berjudul 7 Year Old Girl From England Memorises the Entire Qur’an.

About Admin

Check Also

Masjid Al-Hajah Sittul Banat ; Kokoh di Bekas Tanah Angker

Bertempat di Jalan Goa Landak No.1 Mantup Lamongan, sebuah bangunan berukuran 13 X 15  meter …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *