Home / Kajian Utama / Akhirnya Misteri Shalat Shubuh Terungkap!

Akhirnya Misteri Shalat Shubuh Terungkap!

Shubuh atau Fajar adalah waktu penghujung malam yang sebentar setelah itu berganti pagi. Di waktu ini Allah memiliki hamba-hamba yang menyembah-Nya dengan menunaikan shalat Shubuh atau disebut juga Shalat Fajar. Ada apa di waktu Shubuh ini? Misteri apa yang tersembunyi dari ibadah di waktu ini?

Inilah rahasia agung di balik misteri shalat Shubuh.

Diriwayatkan dari Shakhr bin Da’amah al-Ghamidi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا»

“Ya Allah berkahilah umatku di waktu pagi mereka.” (HR. At-Tirmidzi no. 1212 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Untuk itu kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mengutus pasukan adalah di waktu pagi. Shakhr al-Ghamidi adalah pedagang dan mengirim dagangannya pada waktu pagi sehingga dagangannya untung banyak dan hartanya melimpah.

Di waktu shalat Shubuh inilah para malaikat berkumpul untuk ganti tugas yang menunjukkan shalat mereka disaksikan para malaikat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Malaikat malam dan malaikat siang silih-berganti di tengah kalian. Mereka berkumpul saat (waktu) shalat Fajar dan shalat Ashar. Kemudian naik yang telah bermalam bersama kalian, lalu ditanya oleh Rabb mereka, dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka, ‘Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?’ Jawab Malaikat, ‘Kami tinggalkan mereka sedang shalat, dan kami datangi mereka juga sedang shalat.’” (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632)

Allah subhanahu wa ta’ala befirman:

«وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا»

Dan (dirikanlah) shalat Fajar. Sesungguhnya shalat Fajar itu disaksikan.” (QS. Al-Isra [17]: 78)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkan yang menyaksikan ini adalah malaikat:

«تَشْهَدُهُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ»

“Shalat Shubuh disaksikan malaikat malam dan malaikat siang.” (HR. At-Tirmidzi no. 3135 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Selanjutnya, orang yang shalat Shubuh berada di dalam tanggungan (jaminan keamanan) Allah sehingga siapa yang berbuat jahat kepadanya akan berurusan langsung dengan Allah.

Diriwayatkan dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa shalat Shubuh berarti berada di dalam tanggungan (jaminan keamanan) Allah. Maka sekali-kali jangan sampai Allah menuntut kalian atas tanggungannya itu sedikitpun. Siapa yang Allah tuntut atas tanggungannya itu pasti akan ditangkapnya lalu dicampakkan di atas wajahnya ke api Jahannam.” (HR. Muslim no. 657)

Demikian itu menunjukkan betapa besar keagungan waktu Shubuh dan Shalat Shubuh. Begitu pula sebaliknya besarnya dosa pada waktu itu bagi yang teledor dalam menggunakannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنَ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا »

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq melebihi shalat Fajar dan Isya', dan andaikan mereka mengetahui apa (pahala/siksa) keduanya niscaya akan mendatanginya meskipun merangkak-rangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Termasuk pahala agung di sini adalah dianggap seolah-olah telah shalat semalam suntuk. Diriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ»

“Siapa shalat Isya berjamaah seakan-akan shalat malam setengahnya dan siapa shalat Shubuh berjamaah seakan-akan shalat malam seluruhnya.” (HR. Muslim no. 656)

Kelak mereka akan Allah balas dengan Surga dan diharamkannya masuk Neraka. Diriwayatkan dari Umarah bin Ruaibah rahiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَقَبْلَ غُرُوبِهَا» - يَعْنِي الْفَجْرَ وَالْعَصْرَ

“Tidak akan masuk Neraka orang yang shalat sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam.” Yakni Fajar dan Ashar. (HR. Muslim no. 634)

Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ»

“Siapa yang shalat dua dingin (Shubuh dan Ashar) masuk Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

Disebut shalat dingin karena dua shalat ini berada di ujung dingin dibanding tiga waktu lainnya, yaitu penghujung dingin siang dan penghujung dingin malam. Seolah-olah dingin melambangkan kemalasan di mana banyak orang malas saat waktu ini sehingga siapa yang memaksa dirinya shalat dibalas Allah dengan Surga.

Kelak mereka akan bahagia saat bertemu Rabb-nya di dalam Surga-Nya. Diriwayatkan dari Jarir radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ketika kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau melihat bulan purnama, lalu bersabda:

«إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا لاَ تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا، فَافْعَلُوا»، ثُمَّ قَرَأَ: {وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الغُرُوبِ}

“Sesungguhnya kalian akan melihat kepada Rabb kalian sebagaimana kalian dapat melihat bulan ini. Kalian tidak silau (tidak berdesakan) ketika melihat-Nya. Jika kalian mampu untuk tidak dikalahkan mengerjakan shalat sebelum terbit matahari (Shubuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar), maka laksanakanlah.” Kemudian beliau membaca ayat, “Bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam.” (QS. Qaf: 39) (HR. Al-Bukhari no. 4851 dan Muslim no. 633)

Akhirnya kita mengetahui rahasia agung ini. Semoga setelah ini kita lebih giat lagi mendatangi keagungan ini. Amin. Allahu a’lam.[]

 

Oleh: Nor Kandir

About Admin

Check Also

MASJID DAN SOLUSI PERPECAHAN UMAT

Kajian Utama Oleh Dr. Slamet Muliono, M.SI   Bersama-sama memakmurkan masjid, bisa menjadi salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *