Home / Kajian Utama / 7 Kiat Sukses Shalat Shubuh Berjamaah

7 Kiat Sukses Shalat Shubuh Berjamaah

Banyak orang ingin shalat Shubuh berjamaah di masjid tetapi sering keblabasan bangunnya dan tak jarang bangun kesiangan. Lantas apa kiat bangun Shubuh? Di antara kiat bangun Shubuh yang mujarab adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki ‘Azam (Tekad Kuat) Untuk Bangun Shubuh

Tanpa keinginan dan tekad yang kuat ini mustahil orang mau bangun, ibarat mengkhayal kenyang tapi malas makan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ»

“Mukmin kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin lemah tetapi masing-masing sama baik. Bersemangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu dan minta pertolongan kepada Allah dan jangan lemah.” (HR. Muslim no. 2664)

Syaikh Fuad Abdulbaqi menjelaskan, “Makna kuat di sini adalah azimatun nafsi (jiwa yang kuat tekadnya) dan jangan lemah dalam ketaatan dan tidak lupa meminta pertolongan Allah.” (Ta’liq Shahih Muslim IV/2052)

  1. Berdoa kepada Allah

Selalu ingat bahwa tidak ada apapun yang terjadi besok melainkan atas takdir dan kehendak Allah. Jadi jangan bosan berdoa kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya agar berkenan membantunya bangun Shubuh. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

«وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى»

Bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.” (QS. Al-Anfal [8]: 17)

  1. Tidur Lebih Awal

Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur setelah shalat Isya jika tidak ada keperluan. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 568)

Ibnu Baththal menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat Shubuh berjama’ah. ‘Umar bin al-Khaththab sampai memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, ‘Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?’” (Syarhul Bukhari III/278)

Orang yang tidurnya cukup seringnya bisa bangun Shubuh dan orang yang tidurnya lebih awal lebih sering lagi.

  1. Wudhu Sebelum Tidur

Sekilas memang sepertinya tidak berhubungan, tetapi sebenarnya justru hal ini sangat membantu. Selalu ingat bahwa kita hidup tidak hanya melihat kejadian nyata tetapi juga kejadian di luar penglihatan kita. Orang yang wudhu hati dan jasadnya bersih sehingga lebih siap bangun dan malaikat akan membantunya. Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar radliyallaahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا»

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.'” (HR. Ibn Hibban 3/329 dan dinilai shahih oleh Syaikh Syuaib al-Arnauth dan Syaikh al-Albani)

  1. Menerapkan Adab-Adab Menjelang Tidur

Di antara adab-adabnya seperti membaca doa bismika, al-Ikhlas dan mu’awwidzatain, ayat kursi, atau doa shahih lainnya. Misalnya doa yang diriwayatkan oleh al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, dan bacalah:

«اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ»

‘Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh harap kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.’

Jika kamu mati di malam itu, kamu mati dalam keadaan fitrah. Jadikanlah doa itu sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Biasanya orang yang suci dan usai beribadah akan mudah untuk ibadah berikutnya. Dengan kata lain orang yang menerapkan adab tidur islami memungkinkan akan memudahkan dirinya untuk bangun Shubuh.

  1. Memanfaatkan Gadget

Di masa sekarang hampir semua orang memiliki gadget (HP/Smartphone/Tablet) baik android maupun lainnya. Ini bisa dimanfaatkan dengan memasang aplikasi alarm atau jadwal waktu shalat sehingga membantunya untuk bangun lebih awal.

  1. Kerjasama antar Anggota Keluarga

Diusahakan tidak tidur sendirian dan memang dibenci demikian. Seorang suami tidur dengan istrinya, ayah dengan ibu, adik dengan kakaknya, atau kawan dengan teman kosnya, lalu saling berwasiat untuk saling membangunkan tentu lebih baik dan menambah semangat bangun Shubuh.

Demikian 7 kiat sukses bangun Shubuh yang terbukti banyak membantu kaum Muslimin bangun Shubuh. Semoga kita dimudahkan Allah bangun Shubuh lalu berjamaah di masjid. Amin. Allahu a’lam.[]

 

Oleh: Nor Kandir

About Admin

Check Also

MASJID DAN SOLUSI PERPECAHAN UMAT

Kajian Utama Oleh Dr. Slamet Muliono, M.SI   Bersama-sama memakmurkan masjid, bisa menjadi salah satu …

One comment

  1. Subhanallah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *